ADS

Responsive Advertisement

Lainya

6/recent/ticker-posts

Mengapa Bentuk Bulan Selalu Berubah


Fase Bulan

kalian tahu kenapa bentuk bulan yang kita lihat bentuknya selalu berubah-ubah, saat menjelang malam tiba bulan akan menampakan sinarnya di tengah cuaca di langit yang cerah. Disadari atau tidak bentuk bulan saat menampakan dirinya tidak selalu bulat, adakalanya berbentuk Sabit atau hanya setengah bulat saja, namun adakalanya lagi warna yang terpancar juga mengalami fase perubahan. Lalu apa sebenarnya fenomena tersebut?.

Langit memang memberikan perubahan fenomena yang patut untuk dipelajari maupun diperhatikan karena memang keindahannya mampu meluluhkan jiwa, namun negaranya fenomena yang terjadi merupakan rahasia alam yang belum terpecahkan. Sebagaimana diketahui bersama bulan adalah satelit alami yang dimiliki bumi, cahaya Bulan yang terlihat pada malam hari sebenarnya berasal dari cahaya matahari, cahaya ini kemudian dipantulkan kembali oleh permukaan bulan. Bulan ialah benda langit yang mengorbit bumi, sebab sumber cahaya Bulan yang terlihat dari bumi merupakan pantulan dari sinar matahari.

Bentuk bulan yang terlihat dari bumi akan berubah-ubah perubahan bentuk bulan yang tampak dari bumi ini disebut dengan fase-fase bulan. Fase bagaimana bentuk bulan terlihat dari bumi ada delapan. Pertama bulan baru, yaitu bulan tidak menerima cahaya dari matahari dan tak terlihat dari bumi, ke-2 bulan sabit muda kurang dari setengah bulan terlihat seperti Sabit, fase ke-3 ditandai setengah dari bulan terlihat dan terus membesar, pada fase ke-4 bulan hampir Purnama, sedangkan pada fase ke-5 sisi bulan yang menghadap bumi terkena cahaya matahari hingga terlihat keseluruhannya, memasuki fase ke-6 bagian bulan yang terlihat semakin mengecil, pada base ke-7 bulan hanya terlihat setengah saja, Kemudian fase ke-8 sama seperti fase kedua bulan hanya terlihat seperti Sabit lalu kembali ke fase bulan baru lagi.

Sebagaimana dilansir badan meteorologi klimatologi dan geofisika menyebutkan bahwa dari sejumlah fase bulan terdapat empat fase utama, yaitu fase bulan baru, fase setengah Purnama awal, fase purnama dan pas setengah Purnama akhir. Periode revolusi bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi fase bulan baru ke pasar setengah Purnama awal, ke fase Purnama, Ke fase setengah Purnama akhir dan kembali ke fase bulan baru disebut sebagai periode sinodis.

Secara rata-rata ditempuh dalam waktu 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Karena lama waktu yang ditempuh bulan untuk menyelesaikan kedua periode tersebut berbeda, pada suatu saat bulan akan berada pada masa bulan baru dan posisinya di apoge. Sementara di saat yang lain bulan akan berada pada masa purnama dan posisinya di prige, demikian juga hal yang sebaliknya bisa terjadi. Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan waktu saat bulan pada fase tertentu dengan waktu saat bulan prige atau apoge.

Sekarang sudah tahu kan Mengapa bulan yang kita lihat bentuknya selalu berubah-ubah...

Posting Komentar

0 Komentar