Tingkat Roket Luar Angkasa
Kalau di dunia ini bukan cuma gedung saja yang bisa dibangun secara bertingkat, tapi ternyata roket luar angkasa juga dibangun secara bertingkat dan ketika roket ini terbang ke luar angkasa satu persatu tingkatnya akan dilepaskan seiring dengan bertambahnya ketinggian terbang roketnya. Kenapa sih roket luar angkasa disusun dari beberapa tingkat dan Kenapa tingkat-tingkat roketnya dilepaskan ketika roketnya menuju ke luar angkasa? Ayo kita simak penjelasannya pada kali ini.
Sebagian kecil bobot roket berasal dari struktur roket yang sangat ringan dan yang membuat bobot roketnya menjadi sangat berat adalah bobot bahan bakar yang sangat banyak, yang diperlukan untuk mendorong roketnya keluar angkasa. Ketika roketnya meluncur ke luar angkasa seiring dengan bertambahnya ketinggian roket jumlah bahan bakar yang tersisa di dalam tangki bahan bakar roketnya akan semakin berkurang, masalahnya tangki bahan bakar roket yang mulai kosong menciptakan sebuah beban yang sebenarnya tidak lagi diperlukan oleh roketnya. Nah, masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan desain roket bertingkat, ketika salah satu tingkat roket telah kehabisan bahan bakar maka tingkat tersebut bisa dibuang, sehingga bobot keseluruhan roketnya akan menjadi lebih ringan.
Tapi nggak cuma itu aja desain roket bertingkat juga memiliki kelebihan lain, karena mesin roket yang dipasang pada masing-masing tingkatan yang bisa disesuaikan secara khusus sesuai dengan zona ketinggiannya. Seperti yang kita ketahui semakin tinggi lapisan atmosfer bumi maka tekanan udaranya semakin berkurang dan performa mesin roket juga sangat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara ini. Mesin roket yang dirancang untuk memberikan daya dorong maksimal di permukaan bumi daya dorongnya akan berkurang cukup signifikan ketika mencapai batas ruang angkasa, sebaliknya mesin roket yang dirancang untuk memberikan daya dorong maksimal di luar angkasa yang hampa udara tidak akan bisa memberikan gaya dorong maksimal ketika harus beroperasi di ketinggian rendah. Solusinya kita bisa memasang mesin yang bisa memberikan daya dorong maksimal pada ketinggian rendah di tingkat pertama roket. kemudian kita memasang mesin yang cocok digunakan pada ketinggian tinggi di tingkat keduanya dan terakhir kita memasang mesin yang bisa memberikan daya dorong maksimal di luar angkasa pada tingkat ketiga roket.
Jadi ketika roketnya meluncur dari darat roket akan didorong dengan mesin di tingkat per-1 yang memang dirancang untuk beroperasi di ketinggian rendah dan ketika bahan bakar di tingkat pertama telah habis tingkat pertama akan dilepaskan, sehingga roketnya menjadi lebih ringan dan didorong dengan mesin, tingkat ke-2 yang dirancang untuk beroperasi di ketinggian, kemudian ketika roketnya memasuki zona ruang angkasa dan tingkat kedua telah kehabisan bahan bakar maka tingkat kedua akan dilepaskan sehingga roketnya menjadi jauh lebih ringan lagi dan akhirnya mesin roket tingkat ke-3 yang dirancang untuk beroperasi secara maksimal di ruang hampa udara akan diaktifkan untuk mendorong muatan roket ke orbitnya.
kesimpulannya desain roket bertingkat bisa memaksimalkan pengurangan bobot dan memungkinkan para Insinyur untuk memaksimalkan daya dorong mesin roket di setiap ketinggiannya. Hal ini membuat roketnya bisa terus-terusan menambah kecepatan terbangnya, sehingga bisa mengantarkan muatannya ke orbit.
Nah sekarang kamu udah tau kan kenapa rata-rata roket luar angkasa ya digunakan pada saat ini terdiri dari beberapa tingkat.

0 Komentar