ADS

Responsive Advertisement

Lainya

6/recent/ticker-posts

Kenapa Ruang Angkasa Gelap?



Gelapnya ruang angkasa

Coba kita lihat langit di malam hari atau kagumi foto-foto alam semesta secara online dan kita akan melihat kegelapan ruang angkasa yang gelap dan lelap, diselingi oleh bintang-bintang terang planet atau pesawat ruang angkasa. Tetapi kenapa warnanya hitam? mengapa ruang angkasa tidak berwarna-warni seperti langit biru di siang hari di bum? Nah Kepengen tahu karena alasan mengapa ruang angkasa itu gelap?

Sebenarnya hal itu sudah ditanyakan sejak 400 tahun yang lalu, beberapa astronom serta ilmuwan terus mencari jawaban mengenai paradoks langit gelap. Alam semesta ternyata memiliki usia yang terbatas kecepatan cahaya pun juga terbatas, sehingga alam semesta yang memiliki Cakrawala tersebut tidak semuanya terdapat bintang-bintang. Hal ini karena bintang-bintang memiliki batas usia bisa dan bisa mati, meski bisa dilahirkan kembali tak sepenuhnya bintang mampu menyinari alam semesta. Selain itu ada faktor lain yang berkontribusi terhadap kegelapan di luar angkasa ekspansi Cozmic selama miliaran tahun akibat ledakan besar membuat suhu gelombang mikro di ruang angkasa melemah.

Karena di luar angkasa sebagian besar kosong, sehingga cahaya yang keluar baik dari bintang maupun matahari terserap oleh kekosongan ruang tersebut, ruang yang kosong maka tidak ada benda yang memantulkan cahaya dari matahari dan bintang. Alasan lain ruang antarbintang dan antarplanet tampak gelap adalah karena ruang itu hampir vakum sempurna, ingat bahwa langit bumi berwarna biru karena melekul yang membentuk atmosfer termasuk nitrogen dan oksigen menyebabkan banyak komponen cahaya tampak dengan panjang gelombang biru dan ungu dari matahari ke segala arah termasuk kereta kita, namun dalam ketiadaan materi cahaya bergerak dalam garis lurus dari sumbernya kepenerima karena ruang adalah ruang hampa yang hampir sempurna. Artinya Ia memiliki partikel yang sangat sedikit hampir tidak ada pun di ruang antar bintang dan planet yang menyebarkan cahaya ke mata kita dan tanpa cahaya yang mencapai mata mereka terlihat hitam.

Sebuah studi di tahun 2021 di The astrophysical Journal menunjukkan bahwa ruang angkasa mungkin tidak sehitam yang diperkirakan para ilmuwan. Melalui misi new Horizon nasa ke Pluto dan serbuk Quipper para peneliti dapat melihat ruang angkasa tanpa gangguan cahaya dari bumi atau matahari. Dalam misi tersebut menyaring gambar yang diambil oleh pesawat ruang angkasa dan mengurangi semua cahaya dari bintang yang diketahui. Bimasakti dan kemungkinan Galaxy serta cahaya apapun yang mungkin bocor dari keanehan kamera.

Cahaya latar belakang alam menurut mereka masih dua kali lebih terang dari yang diperkirakan. Alasan adanya kecerahan tambahan yang masih belum diketahui akan menjadi fokus penelitian Dino Servant, sampai saat itu satu hal yang tampaknya mungkin ruang angkasa bisa menjadi lebih arang daripada gelap gulita. Nah begitulah penjelasan mengapa ruang angkasa itu gelap.

Posting Komentar

0 Komentar